Jakarta Media NewsSunday, 19 May 2013
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter

You Are Here: Home » Berita Unik Mancanegara, Internasional » Malpraktek di Inggris: alat bedah ketinggalan di perut pasien, alamak…

Malpraktek di Inggris: alat bedah ketinggalan di perut pasien, alamak…

Berita ini dipost pada 9 August 2012, jam 10:08.

Ini baru berita, malpraktek di Inggris, alat bedah ketinggalan di perut pasien selama seminggu setelah menjalani operasi usus buntu | Jakarta Media News.

Mal Praktek di Inggris alat bedah ketinggalan di perut pasien

 

Mungkin nasib sial sedang dialami oleh seorang pasien laki-laki yang tidak disebutkan namanya dari Kent, Inggris. Akibat kecerobohan dokter dan petugas medis sebuah rumah sakit yang menangani operasi usus buntu pria tersebut, alat bantu operasi (forsep) ketinggalan didalam tubuhnya selama satu minggu.

 

Beruntung pasien tersebut tidak mengalami kesakitan atau efek samping lainnya, karena alat bedah yang tertinggal didalam perutnya selama satu minggu tersebut berukuran lumayan panjang, sekitar 8 inci atau 20,3 cm. Kejadian tersebut baru ketahuan setelah sang pasien kembali diperiksa kondisi kesehatannya dengan pemeriksaan sinar-X.

 

Alangkah terkejutnya tim dokter dari East Kent hospital University of NHS Foundation Trust saat memeriksanya dengan sinar-X kemudian menemukan alat bedah sepanjang 20,3 cm tersebut ternyata masih tertinggal didalam perutnya. Setelah dilakukan penyelidikan intensif, dan menurut pengakuan kepala perawat, Julie Pearce akhirnya mengaku bahwa ini adalah kejadian yang pertama dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

 

Pihak rumah sakit, menurut pengakuan Julie Pierce, setiap tahun melakukan sekitar 90.000 tindakan operasi bedah. Pierce mengatakan, seharusnya mall praktek seperti ini tidak boleh terjadi. Berdasarkan pada SOP (Standart Operation Procedure), seharusnya petugas medis yang menangani operasi usus buntu tersebut diharuskan menghitung ulang jumlah semua peralatan medis setelah usai digunakan pada tindakan operasi bedah. Jika ada yang berkurang seusai melakukan tindakan operasi, maka seharusnya pada saat itu juga dilakukan pemindaian sinar-x pada bagian tubuh pasien yang usai menjalani operasi, sebelum meninggalkan ruang operasi.

 

Sebelumnya NHS Foundation Trust juga menemukan 3 kasus malpraktek di Inggris yang serupa dalam tiga tahun terakhir, diantaranya kasus sebuah mata bor yang berhenti dan macet, tertinggal di tulang paha seorang pasien. Yang pada akhirnya diputuskan untuk membiarkan potongan mata bor tersebut masih menancap di tulang paha pasien.

 

Pasien korban malpraktek di Inggris tersebut masih cukup beruntung karena yang ketinggalan hanya mata bor yang tidak terlalu besar, apa jadinya jika justeru bor listriknya sendiri yang tertinggal ?  (Put/Red)


Most visitors also read :